This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 24 Juni 2019


Makalah Kewirausahaan
Usaha Ikan PD Guramindo

Disusun Oleh :
          Nama Kelompok :1. Bastiyaningsih         / 31415274
                                       2. Dolly Matheus         / 32415012
                                       3. Fransisca Fabiola     / 32415770
                                       4. Nur Hafiz Fauzi      / 35415182
                                       5. Rifeni Kusumawati  / 35415957
                                       6. Zullia Eriani             / 37415426
          Kelompok            : 3 (Tiga)
          Kelas                    : 4ID08
          Dosen                  : Bpk. Eka Patriya, Skom., MM

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2019

I.        Latar Belakang
Di era globalisasi saat ini, persaingan global yang tajam merupakan tanda semakin pesatnya persaingan bisnis yang akan mendorong masing-masing perusahaan untuk memberikan produk terbaik mereka, hal ini juga di dukung dengan adanya perkembangan dari ilmu pengetahuan dan teknologi yang juga mengalami kemajuan yang sangat signifikan sehingga persaingan antar perusahan semakin ketat. Oleh karena itu, perusahaan dituntut untuk dapat memberikan kepuasan kepada konsumen atau pelanggan dalam segala aspek.
Usaha ikan merupakan salah satu usaha yang sangat menjanjikan di indonesia. Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki sumber daya perikanan yang melimpah, baik perikanan air laut maupun perikanan air tawar. Kebutuhan akan ikan di indonesia yang semakin tinggi membuat usaha bisnis ikan sangat diminati oleh banyak orang, baik dari kalangan atas maupun menengah kebawah. Pedagang ikan juga mudah ditemukan indonesia baik langsung pada nelayan, pasar modern, dan juga pasar tradisional. Penyebaran pedagang ikan yang kian banyak ini memudahkan konsumen menemuinya dimanapun.
Kesuksesan suatu perusahaan didukung juga oleh salah satu faktornya yaitu manajemen perusahaan. Oleh sebab itu, setiap pengusaha diharuskan memiliki pengetahuan yang luas tentang manajemen usahanya, baik pengolahan bahan baku, sumber daya manusia, serta keuangan, agar dapat bertahan dan memproleh keuntungan yang optimal.

II.       Pemilihan Usaha
PD. Guramindo merupakan perusahaan dagang yang berfokus pada bisnis penjualan ikan air tawar yang terletak di Bekasi, Jawa Barat. Ikan air tawar yang di jual di PD. Guramindo hanya berfokus kepada ikan konsumsi saja seperti ikan gurame dan ikan nila.  PD. Guramindo di dirikan pada tahun 1980-an oleh Alm. Bapak H. Maat. Berbekal pengalaman kerja di tempat penjualan ikan, Alm. Bapak H. Maat bertekat untuk membuka usaha jualan ikan tersebut secara mandiri yang diawali dengan berjualan di petak sembilan glodok Jakarta, Barat.  Pada awalnya PD. Guramindo hanya sebuah usaha dagang yang sangat kecil. Seiring berjalannya waktu PD. Guramindo berkembang sangat pesat dan memiliki beberapa cabang tempat berjualan tersebut. Pada tahun 2008 PD. Guramindo di amanahkan kepada Bapak Syaiful yang mana beliau merupakan anak dari Alm. Bapak H . Maat tersebut. Hingga sekarang PD. Guramindo tetap berkembang dan menjadi salah satu distributor ikan gurame terbesar di Bekasi.

III.    Penjelasan Supply
Alur Bisnis Perusahaan Dagang PD. Guramindo  diawali dengan  kegiatan memesan ikan terhadap supplier. Pada gambar 1 karyawan melihat persedian ikan digudang apakah masih tersedia atau tidak, kemudian karyawan memberi informasi kepada kasir, jika persedian ikan digudang habis kasir langsung menelpon bagian supplier untuk memesan ikan. Proses pemesanan ikan terjadi selama 1 hari setelah pemesanan. Saat pesanan ikan tiba, karyawan segera memeriksa dan menimbang serta memindahkan ikan-ikan kedalam kolam penampungan, setelah semua ikan di pindahkan ke kolam penampungan karyawan melapor ke kasir bahwa kegiatan pesanan ikan sudah selesai dan persedia ikan sudah terpenuhi. Kasir melakukan transaksi pembayaran kepada supplier sesuai dengan jumlah pemesanan yang dibutuhkan.  Pada gambar 2  sistem pembelian ikan pada Guramindo yang bersifat tidak terbuka karena pembeli langsung menelpon ke kasir atau langsung datang ke tempat PD. Guramindo untuk membeli ikan. Proses pengeluaran ikan di PD. Guramindo dilakukan secara baik oleh karyawan kepada konsumen sesuai dengan pemesanan. Setelah pembelian selesai, konsumen melakukan transaksi pembayaran kepada kasir sesuai dengan jumlah ikan yang dibeli.  


Gambar 1. Proses Penerimaan Ikan pada PD. Guramindo
  
IV.    Penjelasan Penjualan Atau Distribusi
Sistem penjualan di PD.Guramindo yaitu diawali dengan pembeli mendatangi toko dan memesan ikan ke kasir. Kasir menerima dan mencatat pesanan ikan dari pelanggan. Kasir melaporkan pesanan tersebut ke karyawan. Karyawan segera mengecek persediaan ikan yang ada di dalam gudang, apabila persediaan ikan di dalam drum tidak tersedia maka karyawan segera mengecek persediaan yang terdapat di dalam gudan. Apabila ikan di dalam gudang tidak tersedia maka karyawan tidak mengeluarkan ikan dan apabila ikan di dalam gudang tersedia karyawan mengeluarkan ikan yang di dalam gudang tersebut untuk di ambil. Apabila ikan di dalam drum tersedia maka karyawan tidak perlu mengecek kedalam gudang sehingga karyawan dapat langsung mengambil ikan tersebut di dalam drum. Setelah mengambil ikan karyawan menimbang ikan serta menyiapkan ikan pesanan tersebut. Setelah pesanan tersebut siap maka karyawan memberikan ikan tersebut kepada pembeli. Pembeli melakukan pembayaran ikan kepada kasir dan kasir membuatkan bon transaksi pembelian ikan. Pembeli menerima bon transaksi tersebut. Sistem pengeluaran persediaan atau proses penjualan ikan pada PD. Guramindo dapat dilihat pada gambar 2 berikut ini.


Gambar 2. Proses Penjualan Ikan pada PD. Guramindo

V.      Target Penghasilan atau Laporan Keuangan
Berdasarkan data yang didapat dari PD Gurameindo, berikut adalah salah satu target penghasilan ataupu laporan keuangan penjualan ikna gurame di PD Gurameindo pada bulan Oktober 2017.
Tanggal 1 Oktober 2017 Bapak syaiful membuka usaha penjualan ikan tersebut yang bernama PD. Guramindo dengan modal usaha di bulan Maret tersebut sebesar Rp. 100.000.000,-

Tanggal 2 Oktober 2017 Bapak Syaiful membeli peralatan seperti oksigen dan blower untuk ikan sebesar Rp. 3.000.000,- secara tunai.

Tanggal 3 Oktober 2017 Bapak Syaiful membeli ikan gurame sebesar Rp. 35.000.000,- secara tunai.

Tanggal 4 Oktober 2017 Bapak Syaiful mendapakan penghasilan dari konsumen yang membeli ikan sebesar Rp. 22.000.000,-

Tanggal 5 Oktober 2017 konsumen membeli ikan nila sebesar Rp. 6.600.000,-  secara tunai

Tanggal 6 Oktober 2017 Bapak Syaiful mendapatkan penghasilan dari hasil penjualan ikan gurame dan ikan nila sebesar Rp. 28.000.000,-

Tanggal 7 Oktober 2017 Bapak Syaiful mengeluarkan uang untuk menggaji seluruh karyawan dan pengeluaran biaya transportasi mingguan sebesar Rp. 10.000.000

Tanggal 8 Oktober 2017 Bapak Syaiful membeli ikan ke pemasok ikan gurame dan ikan nila senilai Rp. 48.000.000,- secara tunai

Tanggal 9 Oktober 2017 Bapak Syaiful mendapatkan pemasukan dari hasil penjualan ikan sebesar Rp. 20.000.000,-

Tanggal 10 Oktober 2017 Bapak Syaiful mendapatkan pemasukan kembali dari hasil penjualan ikan sebesar Rp. 13.000.000,-

Tanggal 11 Oktober 2017 Bapak Syaiful mengambil kas PD. Guramindo untuk keperluan service mobil sebesar Rp. 1.200.000,-

Tanggal 12 Oktober 2017 PD. Guramindo libur karna ada acara keluarga dirumahnya

Tanggal 13 Oktober 2017 Bapak Syaiful mendapatkan penghasilan dari hasil penjualan ikan selama 2 hari berjualan sebesar Rp. 26.000.000,-

Tanggal 14 Oktober 2017 Bapak Syaiful mengeluarkan uang untuk membayar gaji karyawan dan pengeluaran transportasi penjualan sebesar Rp. 10.500.000,-

Tanggal 15 Oktober 2017 Bapak Syaiful mendapatkan penghasilan dari hasil penjualan ikan selama 2 hari berjualan sebesar Rp. 23.000.000,-

Tanggal 16 Oktober 2017 Bapak Syaiful membeli ikan dari pemasok untuk persediaan ikan sebesar Rp. 43.000.000,-

Tanggal 17 Oktober 2017 Bapak Syaiful mendapatkan penghasilan dari hasil penjualan ikan selama 2 hari berjualan sebesar Rp. 21.000.000,-

Tanggal 18 Oktober 2017 Bapak Syaiful mendapatkan kerugian akibat ikan tersebut mati senilai Rp.200.000,-

Tanggal 19 Oktober 2017 Bapak Syaiful mendapatkan pemasukan dari hasil penjualan ikan sebesar Rp. 19.600.000,-

Tanggal 20 Oktober 2017 Bapak Syaiful mendapatkan penghasilan dari hasil penjualan ikan sebesar Rp. 18.800.000,-

Tanggal 21 Oktober 2017 Bapak Syaiful mengeluarkan uang untuk membayar gaji seluruh karyawan dan uang transportasi selama seminggu sebesar Rp. 10.200.000,-

Tanggal 21 Oktober 2017 Bapak Syaiful membeli peralatan seperti jaring ikan dan timbangan baru sebesar Rp. 500.000,-

Tanggal 22 Oktober 2017 Bapak Syaiful membeli ikan dari pemasok sebesar Rp. 43.500.000,-

Tanggal 23 Oktober 2017 Bapak Syaiful mendapatkan penghasilan dari hasil penjualan sebesar Rp. 24.000.000,-

Tanggal 24 Oktober 2017 Bapak Syaiful mengambil uang perusahaan untuk keperluan pribadi sebesar Rp. 4.000.000,-

Tanggal 25 Oktober 2017 Bapak Syaiful mendapatkan penghasilan dari hasil penjualan ikan sebesar Rp. 23.750.000,-

Tanggal 26 Oktober 2017 Bapak Syaiful mendapatkan penghasilan dari hasil penjualan ikan sebesar Rp. 15.000.000,-

Tanggal 27 Oktober 2017 Bapak Syaiful membeli ikan dari pemasok sebesar Rp. 43.000.000,-

Tanggal 29 Oktober 2017 Bapak Syaiful mengeluarkan uang untuk beban listrik sebesar Rp. 3.200.000,-

Tanggal 30 Oktober 2017 Bapak Syaiful mengeluarkan uang untuk menggaji karyawan dan pengeluaran uang transportasi mingguan sebesar Rp.10.300.000,-

Tanggal 31 Oktober 2017 Bapak Syaiful mendapatkan penghasilan dari hasil penjualan ikan selama 5 hari sebesar Rp. 58.000.000,-


       III. TABEL PERSAMAAN AKUNTANSI


IV. LAPORAN RUGI LABA

V. LAPORAN PERUBAHAN MODAL



VI. NERACA
  

VII. JURNAL UMUM

VIII. BUKU BESAR








IX. NERACA


Jumat, 03 Mei 2019

Tugas Kewirausahaan


TUGAS KEWIRAUSAHAAN
PADA UD UENIKMAT


Disusun Oleh :
Nama : Dolly Matheus
NPM : 32415012
Kelas : 4ID08
Dosen : Eka Patriya, SKom., MM



JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2019

  
A.   Deskripsi Usaha
 Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah kemampuan kreativ dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat dan sumber daya untuk mencari peluang menuju kesuksesan. Sesuatu yang baru dan berbeda adalah nilai tambah barang dan jasa yang menjadi sumber keunggulan untuk di jadikan peluang usaha. Jadi, kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengelolaan sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda. Usaha Dagang Uenikmat sudah berdiri selama 2 tahun semenjak tahun 2017 yang didirikan oleh Mas Dolly Matheus. UD Uenikmat ini dibentuk karna awalnya berjualan kue kue basah secara kecil kecilan dan dengan rasanya yang enak dan pelanggan banyak minat, Mas Dolly membuat atau mendirikan Usaha Dagang yaitu Usaha Dagang Uenikmat.
Mas Dolly menjualan berbagai macam kue basah, seperti risol, kue cucur, pastel, dadar gulung dan lain-lain. Pendapatan yang didapat oleh Mas Dolly perharinya mencapai Rp 300.000,- perhari berbeda dengan jika ada pemesanan untuk acara-acara besar atau menengah bisa mencapai Rp 700.000,- perhari.

B.   Supplier Bahan Baku
Supplier bahan baku adalah pihak yang menyediakan bahan baku atau material yang dibutuhkan oleh perusahaan. Supplier bahan baku disini ditentukan oleh pemilik yang bersangkutan. Pemilik memilih supplier yang berkualitas akan bahan bakunya dan selalu ada jika diminta. Pembelian bahan baku dilakukan setiap malam pada supplier.

C.   Penjualan dan Distribusi
Penjualan adalah aktivitas atau bisnis menjual produk baik itu berupa barang atau jasa. Dalam proses penjualan, penjual atau penyedia barang atau jasa memberikan kepemilikan suatu komoditas kepada pembeli dengan suatu harga tertentu. Mas Dolly menjualkan produknya di dekat rumahnya, beliau membuka toko yang cukup besar dengan berbagai macam jenis kue basah.
Distribusi adalah salah satu aspek dari pemasaran itu sendiri. Distribusi dapat diartikan sebagai kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah penyampaian produk baik barang ataupun jasa dari produsen kepada konsumen, sehingga penggunaanya sesuai dengan yang diperlukan meliputi: jenis, jumlah, harga, tempat, dan saat dibutuhkan oleh konsumen. Mas Dolly mendistribusikan hasil produknya ke luar daerah sekitar yang tidak terlalu jauh dengan pusat pembuatannya.

D.   Target Penghasilan dan Laporan Keuangan
Target Penghasilan secara Bahasa dapat diartikan yaitu, Target adalah Batasan minimum yang ditentukan, sehingga Batasan itu harus terpenuhi, Penghasilan adalah keuntungan bersih atau laba bersih yang diterima oleh perusahaan dari produk yang dipasarkan atau dijual.

1.     Modal Awal                                                                  Rp 400.000,-
          2.     Harga Jual Produk / buah                                          Rp     3.000,-
          3.     Total Penjualan
                200 pcs x Rp 3.000,-                                                     Rp 600.000,-
          4.     Laba – Rugi
               Penjualan                                                                        Rp 600.000,
               Modal                                                                             Rp   60.000,
               Pendapatan                                                                     Rp 640.000,-
               Pengeluaran                                                                    Rp 400.000,-
               Laba Bersih                                                                    Rp 240.000,-

              Berdasarkan data laporan keuangan diatas dapat diliat total pendapatan yang didapat sebesar Rp 640.000,- perhari dengan pengeluaran sebesar Rp 400.000,- perhari. Keuntungan yang didapat dari keseluruhan penjualan sebesar Rp 240.000 perhari. Berbeda kondisi jika ada pemesanan untuk acara-acara besar ataupun menengah.


Minggu, 29 April 2018

MAKALAH POVERTY (KEMISKINAN)


Kemiskinan secara etimologis berasal dari kata “miskin” yang artinya tidak bertahta benda dan serba kekurangan. Departemen Sosial dan Biro Pusat Statistik mendefinisikan kemiskinan sebagai ketidakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk hidup layak (BPS dan Depsos, 2002). Kemiskinan adalah suatu keadaan dimana seorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri dengan taraf kehidupan yang dimiliki dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga, mental maupun fisiknya dalam memenuhi kebutuhannya (Keluarga Sejahtera, 2006). Menurut Chambers kemiskinan adalah suatu intergrated concept yang memiliki lima dimensi, yaitu kemiskinan (poverty), ketidakberdayaan (powerless), kerentanan menghadapi situasi darurat (state of emergency), ketergantungan (dependence) dan keterasingan (isolation) baik secara geografis maupun sosiologis.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan di indonesia adalah sebagai berikut:
1. Tingkat Pendidikan Yang Dituntaskan Penduduk
Indikator bahwa kemiskinan semakin banyak adalah dengan sulitanya mengakses pendidikan dan berimbas kepada rendahnya kualitas sumber daya manusia. Pendidikan adalah faktor penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Pendidikan memberikan stimulus daya saing bagi individu untuk bisa menambah nilai jual sehingga bisa mendapat penghasilan yang lebih dan memenuhi kebutuhan pokok dan dari tahun ke tahun, Indonesia mengalami pengurangan jumlah penduduk yang buta huruf.

2. Budaya Miskin
Kebudayaan kemiskinan bisa terwujud dalam situasi ekonomi yang banyak dipengaruhi oleh status sosial, berkembangnya sistem ekonomi uang, buruh upahan, dan sistem produksi untuk keuntungan, demikian juga pada masyarakat yang mempunyai institusi sosial yang lemah untuk mengontrol dan memecahkan masalah sosial dan kependudukan, yang berdampak pada pertumbuhan tinggi dan pengangguran juga tinggi.
Menurut Astika (2010), budaya kemiskinan merupakan suatu adaptasi atau penyesuaian dan reaksi kaum miskin terhadap kedudukan marginal mereka dalam massyarakat yang berstrata kelas, sangat individualistis berciri kapitalisme. Sehingga yang mempunyai kemungkinan besar untuk memiliki kebudayaan kemiskinan adalah kelompok masyarakat yang berstrata rendah.

3. Regulasi Pemerintah
Pemerintah sebagai pemangku kebijakan bisa menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kemiskinan. Regulasi yang dibuat tidak mungkin tanpa pemikiran serta analisis yang matang, namun tidak jarang berdampak kepada berkurangnya pendapatan masyarakat tertentu yang berujung kepada kemiskinan. Fenomena yang bisa diambil contoh adalah pembatasan peredaran tembakau dan produk berbahan dasar tembakau. Regulasi ini jelas berpengaruh besar kepada para petani tembakau dan perusahaan-perusahaan yang mengelola tembakau sebagai bahan baku utama produksi. Dampak jauhnya adalah regulasi ini berpotensi menimbulkan kemiskinan struktural.
Namun ketika jumlah penduduk bertambah dan tidak di imbangi dengan kesempatan kerja yang rendah maka akan menimbulkan kemerosotan ekonomi karena akan berdampak kepada bertambahnya jumlah pengangguran. Pengangguran terjadi kepada tidak hanya mereka yang tidak berpendidikan, namun juga mereka yang terdidik secara formal. 

4. Distribusi Pendapatan Tidak Merata
Distribusi pendapatan nasional merupakan unsur penting untuk mengetahui tinggi atau rendahnya kesejahteraan atau kemakmuran suatu negara. Distribusi pendapatan yang merata kepada masyarakat akan mampu menciptakan perubahan dan perbaikan suatu negara seperti peningkatan pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan sebagainya. Sebaliknya, jika distribusi pendapatan nasional tidak merata, maka perubahan atau perbaikan suatu negara tidak akan tercapai, hal seperti ini yang akan menunjukkan adanya ketimpangan distribusi pendapatan.
Dampak dari kemiskinan itu sendiri terdiri dari :
1. Kriminalitas
Salah satu faktor terjadinya kriminalitas adalah kemiskinan,mengapa? Karena saat seseorang tidak mempunyai penghasilan sementara dia harus memenuhi kebutuhan hidupnya, maka ia akan melakukan berbagai hal termasuk tindakan kriminal,seperti pencurian, perampokan bahkan hingga pembunuhan.

2.Tingkat pendidikan rendah
Dampak lain dari kemiskinan yaitu tingkat pendidikan yang rendah, hal ini dikarenakan pendidikan itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit,dan pasti akan menyulitkan rakyat miskin,walaupun pemerintah sudah memberikan berbagai bantuan bahkan hingga pendidikan gratis dari sd hingga sltp hingga saat ini,tapi tetap saja belum memaksimalkan pendidikan untuk kalangan miskin,dan hal ini akan terus berdampak pada meningkatnya kemiskinan jika tingkat pendidikan tetap rendah.

3.Tingkat kesehatan rendah dan meningkatnya angka kematian
Kemiskinan juga menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan sehingga membuat tingginya angka kematian,hal ini dikarenakan biaya untuk kesehatan,sebagaimana slogan "sehat itu mahal" memang benar slogan tersebut, sehingga masyarakat miskin akan merasakan betapa beratnya biaya rumah sakit, sehingga mereka tidak bisa berobat kerumah sakit dikarenakan faktor biaya, selain itu kemiskinan juga menyebabkan buruknya kesehatan pada bayi dan balita yang membutuhka banyak asupan gizi, sedangkan orang tua mereka tidak mempunyai materi yang cukup untuk memenuhi hal tersebut,sehingga banyak terdapat bayi yang lahir cacat karena kurangnya asupan giza saat dalam kandungan..,serta banyak balita hingga anak usia pertumbuhan terkena busung lapar,dikarenaka tidak memadainya asupan makanan mereka,tentu saja kita sudah tahu tentang hal ini dari berita-berita di media massa.

4.Buruknya Generasi Penerus
            Buruknya generasi penerus adalah dampak yang berbahaya akibat kemiskinan, jika anak-anak putus sekolah dan bekerja karena terpaksa maka akan ada gangguan pada anak-anak itu sendiri seperti gangguan pada perkembangan mental, fisik dan cara berfikir mereka. Contohnya anak-anak jalanan yang tidak mempunyai tempat tinggal, tidur dijalanan, tidak sekolah, mengamen untuk mencari makan dan lain sebgainya.
Hubungan kemiskinan dengan lingkungan seperti berikut :
Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh penduduk miskin cenderung dipengaruhi oleh pola pikir mereka. Karena mereka terhimpit oleh kemiskinan, pikiran mereka hanya terfokus pada makanan yang bisa mereka dapatkan untuk bertahan hidup hari ini. Pemikiran sempit inilah yang mendorong mereka merusak lingkungan dan merampas kekayaannya tanpa memberikan waktu bagi alam untuk memperbarui sumber dayanya. Lingkungan hanya dipandang sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehingga tidak ada rencana apapun untuk memanfaatkan kekayaan lingkungan seefektif mungkin. Selama lingkungan masih bisa memenuhi kebutuhan mereka, mereka tidak peduli terhadap kerusakan lingkungan.
Ada beberapa solusi yang bisa kita terapkan untuk mencegah kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh desakan kebutuhan hidup. Penduduk miskin di pedesaan mungkin belum terlalu memahami pentingnya kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang. Oleh karena itu, mereka harus diberi penyuluhan dan pemahaman mengenai pentingnya lingkungan. Mereka juga perlu diberi pengarahan untuk melakukan rehabilitasi lahan. Tanpa rehabilitasi, kekayaan alam tidak bisa diperbarui dan akan habis seketika. Jika sudah tidak ada lagi yang bisa dimanfaatkan, mereka juga tidak akan bisa menggunakan hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pengentasan kemiskinan juga menjadi solusi yang sangat tepat untuk mengantisipasi kerusakan ini. Pemerintah harus memberikan lapangan pekerjaan atau bantuan pinjaman berbunga rendah kepada penduduk miskin. Dengan cara ini, diharapkan mereka bisa mencari sumber penghasilan sendiri tanpa perlu merampas kekayaan alam. Jika semua pihak mau berpartisipasi untuk menjaga kelestarian lingkungan, generasi masa depan masih punya kesempatan untuk menikmatinya.
           



SUMBER :