Minggu, 29 April 2018

MAKALAH POVERTY (KEMISKINAN)


Kemiskinan secara etimologis berasal dari kata “miskin” yang artinya tidak bertahta benda dan serba kekurangan. Departemen Sosial dan Biro Pusat Statistik mendefinisikan kemiskinan sebagai ketidakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk hidup layak (BPS dan Depsos, 2002). Kemiskinan adalah suatu keadaan dimana seorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri dengan taraf kehidupan yang dimiliki dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga, mental maupun fisiknya dalam memenuhi kebutuhannya (Keluarga Sejahtera, 2006). Menurut Chambers kemiskinan adalah suatu intergrated concept yang memiliki lima dimensi, yaitu kemiskinan (poverty), ketidakberdayaan (powerless), kerentanan menghadapi situasi darurat (state of emergency), ketergantungan (dependence) dan keterasingan (isolation) baik secara geografis maupun sosiologis.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan di indonesia adalah sebagai berikut:
1. Tingkat Pendidikan Yang Dituntaskan Penduduk
Indikator bahwa kemiskinan semakin banyak adalah dengan sulitanya mengakses pendidikan dan berimbas kepada rendahnya kualitas sumber daya manusia. Pendidikan adalah faktor penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Pendidikan memberikan stimulus daya saing bagi individu untuk bisa menambah nilai jual sehingga bisa mendapat penghasilan yang lebih dan memenuhi kebutuhan pokok dan dari tahun ke tahun, Indonesia mengalami pengurangan jumlah penduduk yang buta huruf.

2. Budaya Miskin
Kebudayaan kemiskinan bisa terwujud dalam situasi ekonomi yang banyak dipengaruhi oleh status sosial, berkembangnya sistem ekonomi uang, buruh upahan, dan sistem produksi untuk keuntungan, demikian juga pada masyarakat yang mempunyai institusi sosial yang lemah untuk mengontrol dan memecahkan masalah sosial dan kependudukan, yang berdampak pada pertumbuhan tinggi dan pengangguran juga tinggi.
Menurut Astika (2010), budaya kemiskinan merupakan suatu adaptasi atau penyesuaian dan reaksi kaum miskin terhadap kedudukan marginal mereka dalam massyarakat yang berstrata kelas, sangat individualistis berciri kapitalisme. Sehingga yang mempunyai kemungkinan besar untuk memiliki kebudayaan kemiskinan adalah kelompok masyarakat yang berstrata rendah.

3. Regulasi Pemerintah
Pemerintah sebagai pemangku kebijakan bisa menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kemiskinan. Regulasi yang dibuat tidak mungkin tanpa pemikiran serta analisis yang matang, namun tidak jarang berdampak kepada berkurangnya pendapatan masyarakat tertentu yang berujung kepada kemiskinan. Fenomena yang bisa diambil contoh adalah pembatasan peredaran tembakau dan produk berbahan dasar tembakau. Regulasi ini jelas berpengaruh besar kepada para petani tembakau dan perusahaan-perusahaan yang mengelola tembakau sebagai bahan baku utama produksi. Dampak jauhnya adalah regulasi ini berpotensi menimbulkan kemiskinan struktural.
Namun ketika jumlah penduduk bertambah dan tidak di imbangi dengan kesempatan kerja yang rendah maka akan menimbulkan kemerosotan ekonomi karena akan berdampak kepada bertambahnya jumlah pengangguran. Pengangguran terjadi kepada tidak hanya mereka yang tidak berpendidikan, namun juga mereka yang terdidik secara formal. 

4. Distribusi Pendapatan Tidak Merata
Distribusi pendapatan nasional merupakan unsur penting untuk mengetahui tinggi atau rendahnya kesejahteraan atau kemakmuran suatu negara. Distribusi pendapatan yang merata kepada masyarakat akan mampu menciptakan perubahan dan perbaikan suatu negara seperti peningkatan pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan sebagainya. Sebaliknya, jika distribusi pendapatan nasional tidak merata, maka perubahan atau perbaikan suatu negara tidak akan tercapai, hal seperti ini yang akan menunjukkan adanya ketimpangan distribusi pendapatan.
Dampak dari kemiskinan itu sendiri terdiri dari :
1. Kriminalitas
Salah satu faktor terjadinya kriminalitas adalah kemiskinan,mengapa? Karena saat seseorang tidak mempunyai penghasilan sementara dia harus memenuhi kebutuhan hidupnya, maka ia akan melakukan berbagai hal termasuk tindakan kriminal,seperti pencurian, perampokan bahkan hingga pembunuhan.

2.Tingkat pendidikan rendah
Dampak lain dari kemiskinan yaitu tingkat pendidikan yang rendah, hal ini dikarenakan pendidikan itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit,dan pasti akan menyulitkan rakyat miskin,walaupun pemerintah sudah memberikan berbagai bantuan bahkan hingga pendidikan gratis dari sd hingga sltp hingga saat ini,tapi tetap saja belum memaksimalkan pendidikan untuk kalangan miskin,dan hal ini akan terus berdampak pada meningkatnya kemiskinan jika tingkat pendidikan tetap rendah.

3.Tingkat kesehatan rendah dan meningkatnya angka kematian
Kemiskinan juga menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan sehingga membuat tingginya angka kematian,hal ini dikarenakan biaya untuk kesehatan,sebagaimana slogan "sehat itu mahal" memang benar slogan tersebut, sehingga masyarakat miskin akan merasakan betapa beratnya biaya rumah sakit, sehingga mereka tidak bisa berobat kerumah sakit dikarenakan faktor biaya, selain itu kemiskinan juga menyebabkan buruknya kesehatan pada bayi dan balita yang membutuhka banyak asupan gizi, sedangkan orang tua mereka tidak mempunyai materi yang cukup untuk memenuhi hal tersebut,sehingga banyak terdapat bayi yang lahir cacat karena kurangnya asupan giza saat dalam kandungan..,serta banyak balita hingga anak usia pertumbuhan terkena busung lapar,dikarenaka tidak memadainya asupan makanan mereka,tentu saja kita sudah tahu tentang hal ini dari berita-berita di media massa.

4.Buruknya Generasi Penerus
            Buruknya generasi penerus adalah dampak yang berbahaya akibat kemiskinan, jika anak-anak putus sekolah dan bekerja karena terpaksa maka akan ada gangguan pada anak-anak itu sendiri seperti gangguan pada perkembangan mental, fisik dan cara berfikir mereka. Contohnya anak-anak jalanan yang tidak mempunyai tempat tinggal, tidur dijalanan, tidak sekolah, mengamen untuk mencari makan dan lain sebgainya.
Hubungan kemiskinan dengan lingkungan seperti berikut :
Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh penduduk miskin cenderung dipengaruhi oleh pola pikir mereka. Karena mereka terhimpit oleh kemiskinan, pikiran mereka hanya terfokus pada makanan yang bisa mereka dapatkan untuk bertahan hidup hari ini. Pemikiran sempit inilah yang mendorong mereka merusak lingkungan dan merampas kekayaannya tanpa memberikan waktu bagi alam untuk memperbarui sumber dayanya. Lingkungan hanya dipandang sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehingga tidak ada rencana apapun untuk memanfaatkan kekayaan lingkungan seefektif mungkin. Selama lingkungan masih bisa memenuhi kebutuhan mereka, mereka tidak peduli terhadap kerusakan lingkungan.
Ada beberapa solusi yang bisa kita terapkan untuk mencegah kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh desakan kebutuhan hidup. Penduduk miskin di pedesaan mungkin belum terlalu memahami pentingnya kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang. Oleh karena itu, mereka harus diberi penyuluhan dan pemahaman mengenai pentingnya lingkungan. Mereka juga perlu diberi pengarahan untuk melakukan rehabilitasi lahan. Tanpa rehabilitasi, kekayaan alam tidak bisa diperbarui dan akan habis seketika. Jika sudah tidak ada lagi yang bisa dimanfaatkan, mereka juga tidak akan bisa menggunakan hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pengentasan kemiskinan juga menjadi solusi yang sangat tepat untuk mengantisipasi kerusakan ini. Pemerintah harus memberikan lapangan pekerjaan atau bantuan pinjaman berbunga rendah kepada penduduk miskin. Dengan cara ini, diharapkan mereka bisa mencari sumber penghasilan sendiri tanpa perlu merampas kekayaan alam. Jika semua pihak mau berpartisipasi untuk menjaga kelestarian lingkungan, generasi masa depan masih punya kesempatan untuk menikmatinya.
           



SUMBER :



0 komentar:

Posting Komentar