MAKALAH
POVERTY (KEMISKINAN)
Kemiskinan secara etimologis berasal dari
kata “miskin” yang artinya tidak bertahta benda dan serba kekurangan.
Departemen Sosial dan Biro Pusat Statistik mendefinisikan kemiskinan sebagai
ketidakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk hidup
layak (BPS dan Depsos, 2002). Kemiskinan adalah suatu keadaan dimana seorang
tidak sanggup memelihara dirinya sendiri dengan taraf kehidupan yang dimiliki
dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga, mental maupun fisiknya dalam memenuhi
kebutuhannya (Keluarga Sejahtera, 2006). Menurut Chambers kemiskinan adalah
suatu intergrated concept yang
memiliki lima dimensi, yaitu kemiskinan (poverty),
ketidakberdayaan (powerless),
kerentanan menghadapi situasi darurat (state
of emergency), ketergantungan (dependence)
dan keterasingan (isolation) baik
secara geografis maupun sosiologis.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan di
indonesia adalah sebagai berikut:
1. Tingkat Pendidikan Yang Dituntaskan Penduduk
Indikator bahwa kemiskinan semakin banyak adalah
dengan sulitanya mengakses pendidikan dan berimbas kepada rendahnya kualitas
sumber daya manusia. Pendidikan adalah faktor penting dalam upaya pengentasan
kemiskinan. Pendidikan memberikan stimulus daya saing bagi individu untuk bisa
menambah nilai jual sehingga bisa mendapat penghasilan yang lebih dan memenuhi
kebutuhan pokok dan dari tahun ke tahun, Indonesia mengalami pengurangan jumlah
penduduk yang buta huruf.
2. Budaya Miskin
Kebudayaan kemiskinan bisa terwujud dalam situasi
ekonomi yang banyak dipengaruhi oleh status sosial, berkembangnya sistem
ekonomi uang, buruh upahan, dan sistem produksi untuk keuntungan, demikian juga
pada masyarakat yang mempunyai institusi sosial yang lemah untuk mengontrol dan
memecahkan masalah sosial dan kependudukan, yang berdampak pada pertumbuhan
tinggi dan pengangguran juga tinggi.
Menurut Astika (2010), budaya kemiskinan
merupakan suatu adaptasi atau penyesuaian dan reaksi kaum miskin terhadap
kedudukan marginal mereka dalam massyarakat yang berstrata kelas, sangat
individualistis berciri kapitalisme. Sehingga yang mempunyai kemungkinan besar
untuk memiliki kebudayaan kemiskinan adalah kelompok masyarakat yang berstrata
rendah.
3. Regulasi Pemerintah
Pemerintah sebagai pemangku kebijakan bisa menjadi
salah satu faktor penyebab terjadinya kemiskinan. Regulasi yang dibuat tidak
mungkin tanpa pemikiran serta analisis yang matang, namun tidak jarang
berdampak kepada berkurangnya pendapatan masyarakat tertentu yang berujung
kepada kemiskinan. Fenomena yang bisa diambil contoh adalah pembatasan
peredaran tembakau dan produk berbahan dasar tembakau. Regulasi ini jelas
berpengaruh besar kepada para petani tembakau dan perusahaan-perusahaan yang
mengelola tembakau sebagai bahan baku utama produksi. Dampak jauhnya adalah
regulasi ini berpotensi menimbulkan kemiskinan struktural.
Namun ketika jumlah penduduk bertambah dan
tidak di imbangi dengan kesempatan kerja yang rendah maka akan menimbulkan
kemerosotan ekonomi karena akan berdampak kepada bertambahnya jumlah
pengangguran. Pengangguran terjadi kepada tidak hanya mereka yang tidak
berpendidikan, namun juga mereka yang terdidik secara formal.
4. Distribusi
Pendapatan Tidak Merata
Distribusi pendapatan nasional merupakan unsur
penting untuk mengetahui tinggi atau rendahnya kesejahteraan atau kemakmuran
suatu negara. Distribusi pendapatan yang merata kepada masyarakat akan mampu
menciptakan perubahan dan perbaikan suatu negara seperti peningkatan
pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan
sebagainya. Sebaliknya, jika distribusi pendapatan nasional tidak merata, maka
perubahan atau perbaikan suatu negara tidak akan tercapai, hal seperti ini yang
akan menunjukkan adanya ketimpangan distribusi pendapatan.
Dampak dari kemiskinan itu sendiri terdiri dari :
1. Kriminalitas
Salah satu faktor
terjadinya kriminalitas adalah kemiskinan,mengapa? Karena saat seseorang tidak
mempunyai penghasilan sementara dia harus memenuhi kebutuhan hidupnya, maka ia
akan melakukan berbagai hal termasuk tindakan kriminal,seperti pencurian,
perampokan bahkan hingga pembunuhan.
2.Tingkat pendidikan rendah
Dampak lain dari kemiskinan
yaitu tingkat pendidikan yang rendah, hal ini dikarenakan pendidikan itu
membutuhkan biaya yang tidak sedikit,dan pasti akan menyulitkan rakyat
miskin,walaupun pemerintah sudah memberikan berbagai bantuan bahkan hingga
pendidikan gratis dari sd hingga sltp hingga saat ini,tapi tetap saja belum
memaksimalkan pendidikan untuk kalangan miskin,dan hal ini akan terus berdampak
pada meningkatnya kemiskinan jika tingkat pendidikan tetap rendah.
3.Tingkat kesehatan rendah
dan meningkatnya angka kematian
Kemiskinan juga menyebabkan
rendahnya tingkat kesehatan sehingga membuat tingginya angka kematian,hal ini
dikarenakan biaya untuk kesehatan,sebagaimana slogan "sehat itu
mahal" memang benar slogan tersebut, sehingga masyarakat miskin akan
merasakan betapa beratnya biaya rumah sakit, sehingga mereka tidak bisa berobat
kerumah sakit dikarenakan faktor biaya, selain itu kemiskinan juga menyebabkan
buruknya kesehatan pada bayi dan balita yang membutuhka banyak asupan gizi, sedangkan
orang tua mereka tidak mempunyai materi yang cukup untuk memenuhi hal
tersebut,sehingga banyak terdapat bayi yang lahir cacat karena kurangnya asupan
giza saat dalam kandungan..,serta banyak balita hingga anak usia pertumbuhan
terkena busung lapar,dikarenaka tidak memadainya asupan makanan mereka,tentu
saja kita sudah tahu tentang hal ini dari berita-berita di media massa.
4.Buruknya
Generasi Penerus
Buruknya generasi
penerus adalah dampak yang berbahaya akibat kemiskinan, jika anak-anak putus
sekolah dan bekerja karena terpaksa maka akan ada gangguan pada anak-anak itu
sendiri seperti gangguan pada perkembangan mental, fisik dan cara berfikir
mereka. Contohnya anak-anak jalanan yang tidak mempunyai tempat tinggal, tidur
dijalanan, tidak sekolah, mengamen untuk mencari makan dan lain sebgainya.
Hubungan kemiskinan dengan
lingkungan seperti berikut :
Kerusakan
lingkungan yang ditimbulkan oleh penduduk miskin cenderung dipengaruhi oleh
pola pikir mereka. Karena mereka terhimpit oleh kemiskinan, pikiran mereka
hanya terfokus pada makanan yang bisa mereka dapatkan untuk bertahan hidup hari
ini. Pemikiran sempit inilah yang mendorong mereka merusak lingkungan dan
merampas kekayaannya tanpa memberikan waktu bagi alam untuk memperbarui sumber
dayanya. Lingkungan hanya dipandang sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan hidup
sehingga tidak ada rencana apapun untuk memanfaatkan kekayaan lingkungan
seefektif mungkin. Selama lingkungan masih bisa memenuhi kebutuhan mereka,
mereka tidak peduli terhadap kerusakan lingkungan.
Ada
beberapa solusi yang bisa kita terapkan untuk mencegah kerusakan lingkungan
yang disebabkan oleh desakan kebutuhan hidup. Penduduk miskin di pedesaan
mungkin belum terlalu memahami pentingnya kelestarian lingkungan bagi generasi
mendatang. Oleh karena itu, mereka harus diberi penyuluhan dan pemahaman
mengenai pentingnya lingkungan. Mereka juga perlu diberi pengarahan untuk
melakukan rehabilitasi lahan. Tanpa rehabilitasi, kekayaan alam tidak bisa
diperbarui dan akan habis seketika. Jika sudah tidak ada lagi yang bisa
dimanfaatkan, mereka juga tidak akan bisa menggunakan hutan untuk memenuhi
kebutuhan hidup. Pengentasan kemiskinan juga menjadi solusi yang sangat tepat
untuk mengantisipasi kerusakan ini. Pemerintah harus memberikan lapangan
pekerjaan atau bantuan pinjaman berbunga rendah kepada penduduk miskin. Dengan
cara ini, diharapkan mereka bisa mencari sumber penghasilan sendiri tanpa perlu
merampas kekayaan alam. Jika semua pihak mau berpartisipasi untuk menjaga
kelestarian lingkungan, generasi masa depan masih punya kesempatan untuk menikmatinya.
SUMBER
:






0 komentar:
Posting Komentar